Apakah;
takdir telah mempertemukan kita di waktu yang salah?
atau
kita yang telah dipertemukan di waktu yang salah oleh takdir?
Apakah;
takdir telah mempertemukan kita di waktu yang salah?
atau
kita yang telah dipertemukan di waktu yang salah oleh takdir?
Apakah;
takdir telah mempertemukan kita di waktu yang salah?
atau
kita yang telah dipertemukan di waktu yang salah oleh takdir?
Apakah;
takdir telah mempertemukan kita di waktu yang salah?
atau
kita yang telah dipertemukan di waktu yang salah oleh takdir?
Apakah;
takdir telah mempertemukan kita di waktu yang salah?
atau
kita yang telah dipertemukan di waktu yang salah oleh takdir?
Apakah;
takdir telah mempertemukan kita di waktu yang salah?
atau
kita yang telah dipertemukan di waktu yang salah oleh takdir?
Entah.....
Tampilkan postingan dengan label Emosi. Tampilkan semua postingan
Prosa Dia 99: A Memoar
Prosa Dia 92: Rain on my heart
Hey dear…
Listen to the stars
They collect our sound,
Just leave up the bars
And join me in the cloud.
Hey dear…
Cover your body now
Shut the door now
I try to blew your heart
No more say hurt
Hey dear…
I don’t mind you mad
But please don’t be sad
Cause I try to be good
But you toss your mood
Hey dear…
I made up myself
Just brought my luck for you
But you won’t understand
The weather it’s now dark
Autumn fall, summers pass
There’s a rain on my heart
Leaving pain and it’s hurt
Prosa Dia: 87. Mawar yang Telah Menghitam
Ku pernah melewati jalan ini, tatapan ini, dan rasa ini
Ketika pelangi yang kau sebut selalu jatuh di bulan Mei
dan angin malam yang membawaku kepadamu di malam sunyi
lalu kau katakan bulan telah menyapamu dalam mimpi
Ku pernah melewati malam ini, senyuman ini, dan lagu sendu
Ketika ku sudah menuliskan keinginan dalam halaman buku
dengan ditemani temaram cahaya lampu
lalu kau bisikkan kata cinta mesra, sungguh
Ku pernah melewati depan kosmu, kenangan itu, dan doa-doa
Ketika ku gundah dalam ikhtiar tanpa kata-kata
Hadiah tuk ulang tahun mu sudah ku pesan, nyata
Puisi terindah tlah ku rangkai, siap tuk kau baca
Ku pernah melewati kesunyian ini, hati yang kembali dingin, dan ratapan kebodohan
Ketika tiga tahun silam seseorang tlah menghancurkan hatiku,
membiaskan harapan dan mimpiku
Dibawa terbang oleh debu berbau kutukan-kutukan sial
yang terlontar dari luapan emosiku
dan kau akan berubah menjadi orang yang sama? padahal kau yang mencuri hatiku.
Kini kau pergi begitu saja? Tanpa permisi, sepertinya kau adalah pencuri.
