Prosa Dia 27: 4 Hari Lagi

4 hari lagi kawan,
Kita kan meninggalkan tanah tandus berpasir ini. Pergi menjejak dari alam mimpi. Kembali ke tempat dimana kita seharusnya ada. Janganlah kalian menitikkan air mata tuk tanah ini.

4 hari lagi teman,
Perjuangan kita kan menemukan akhirnya. Mentari emas semburat di ufuk timur. Menandakan kita kan meneguk kemenangan dengan piala-piala besar berisi mata air dari tanah kelahiran kita. Dahaga kita kan segera luntur oleh mata air kita.

4 hari lagi,
Walau perjuangan tinggal 4 hari lagi, tetaplah berusaha tuk tetap berdiri. Meski seluruh organ kita telah lelah sungguh. Hingga esok hari, kita kan meletakkan peluh ini menjadi oasis sempurna tuk menjadi sebuah jejak langkah kaki kita bahwa kita--dulu--pernah--ada--dan--berjuang--bersama.

Kita akan pulang....

Prosa Dia: 25. Di Kota Mati

Kota Mati,
Sebuah kota kecil di kawasan antah-berantah. Jauh dari keramaian dunia, luput dari pandangan dunia. Disini cuma ada tugu raksasa sebagai alun-alun (demikian kata pribumi sini). Lengang pun melanda bagai angin musim semi kala ku menginjakkan kaki-kaki ku disini. Terik menyambutku riang seolah ingin menuntut balas atas semua dosa-dosa ku.

Kota Mati,
Kamar ku tak lebih dari lima buah blok asbes ukuran kira-kira satu kali satu meter. Disini aku juga harus berbagi ruang mimpi tuk empat orang lainnya. Aku pun wajib berbagi almari dengan mereka. Baju-baju di hanger sudah jadi pemandangan umum disitu. Nyamuk-nyamuk gelap mata juga sudah jadi musuh tiap hari berganti larut malam.

Kota Mati,
Disini aku sekarang. Menimba ilmu di kota terpencil dan tiada hiburan apapun. Sebuah kota dengan segala aktifitas berjalan horisontal.

Prosa Dia: 24. Pendopo

Pendopo,
Disini kami bercerita. Memulai dari kata "di suatu tempat yang jauh". Pandangan membias kala fajar menyapa dari balik awan. Menyiratkan gelombang kejam bagai sembilu di balik awan. Peluh pun segera membasahi kening, mengalir melalui pori-pori menjalar ke dada. Sejenak tertawa, melupakan segala hal yang menjejali setiap inci otak ini.

Pendopo,
Disini kami berbagi. Menyibakkan kelambu lusuh dari balik awan tuk mengetahui apa yang terjadi dan apa yang tidak kami ketahui.

Pendopo,
Di bawah naungan ini kami berbagi cerita hingga akhirnya bertemu satu titik tuk mengakhiri dengan kata "selesai"

Proudly powered by Blogger
Theme: Esquire by Matthew Buchanan.
Converted by LiteThemes.com.